Diam

Pembicaraan satu arah. Sepi. Ya, karena sedari tadi hanya aku yang berbicara. Kau diam seribu bahasa.

Ada yang bilang lebih baik diam daripada salah berbicara. Tapi kumohon, tidak dalam keadaan seperti ini. Aku sangat butuh kata-katamu. Aku tidak dapat mengerti, kecuali kamu bicara. Sampai aku tidak mengerti lagi harus mengerti kamu bagaimana. Diam bukan berarti setuju, bukan pula tidak setuju. Diam itu hanyalah rasa aman pribadi untuk tidak menjelaskan sesuatu apapun. Untuk tidak memberi syarat apapun. I can’t hear you, unless you speak.

Pembicaraan satu arah. Iya, satu arah. Hanya aku yang mengungkapkan apa-apa saja yang terasa di hati dan terlintas begitu hebatnya di pikiranku. Entah mungkin kamu memang tidak ingin mengungkapkan apa-apa karena memang tidak ada apa-apa ataukah ada hal-hal lain yang sedang kamu tutupi tetapi menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkannya. Argh, sedari tadi hanya spekulasi dan spekulasi saja yang aku keluarkan. Karena aku tidak pernah tau keadaan yang sebenarnya dari kamu.

Aku akan terus berkata-kata, hingga nanti kata-kata aku habis untukmu.

Pesan ini akan tiba padamu, entah dengan cara apa. Bahasa yang kutahu kini hanyalah perasaan. Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.

Aku Ada – Rectoverso (Dee)

Satu hal saja, aku ingin sebuah peluk sebelum aku benar-benar melepasmu.

Hati-hati lenganku melonggar, melepaskan tubuhmu. Aku tahu aku telah dimengerti, meski sekali saja pelukanku.

Aliran ini memecah. Indah. Meski aku berbalik pergi

dan tak kembali.

Peluk – Rectoverso (Dee)

VN:F [1.9.20_1166]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
This entry was posted in fiksi and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

5 Comments

  1. Posted April 11, 2012 at 7:03 am | Permalink

    nganu, dicolek, atau dilempar asbak gitu biar mau bicara
    *saran*

    VA:F [1.9.20_1166]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • tiieee
      Posted April 11, 2012 at 9:17 am | Permalink

      yah ceritanya kan lagi curhat ama guling.. mana bisa ngomong dia?
      *haih!!*
      *mbuh*

      VN:F [1.9.20_1166]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Posted April 13, 2012 at 9:58 am | Permalink

    Diam Itu Emas happy

    VA:F [1.9.20_1166]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Posted April 30, 2012 at 11:38 pm | Permalink

    Kalo udah gini… bales diem aja…

    Tahan diri.. kuat kuatan.. siapa paling kuat nahan tongue

    Lama lama pasti cape sendiri… asal jangan cape duluan big grin

    VA:F [1.9.20_1166]
    Rating: 0 (from 0 votes)
    • tiieee
      Posted May 1, 2012 at 10:43 am | Permalink

      hehe, klo sama-sama keukeuh kaya gitu mah susah juga big grin

      VN:F [1.9.20_1166]
      Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>