Monthly Archives: January 2011

Jo hanyalah jelata

Sebelumnya : Daerah bernama Absurdis *** Jo berpikir, “Lumayanlah bisa dateng ke lingkungan Kerajaan, diundang pulak, bisa ketemu Putri Ra pulak. Ihiw! Eh tapi kalo di pikir-pikir lagi, ngapain aku dipanggil ke Istana Kerajaan ya, apa karena aku baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung ya? *mulai narsis *“. Kemudian Jo menerawang, mengkhayalkan kemungkinan-kemungkinan yang [...]

Posted in fiksi | Tagged , , , | 2 Comments

Daerah bernama Absurdis

Alkisah di sebuah daerah bernama Absurdis, hiduplah seorang rakyat jelata yang rajin, baik hati, tidak sombong, dan suka menabung. Sehari-harinya sang rakyat jelata, Tukijo, biasa dipanggil Jo, bekerja dengan mencari kayu bakar di Hutan Raya bersama temannya, sebut saja dia Mawar (nama samaran). Ah, tentu saja bukan, temannya Jo itu lelaki, namanya Jaka!! Suatu hari, [...]

Posted in fiksi | Tagged , , , | 13 Comments

Secarik doa untukNya

Tanpa sengaja kubaca sebuah notes temenku yang berisi doa. Penggalan ini yang sangat kusukai, Ya Allah yang tercinta.. Gantikanlah yang telah hilang Tumbuhkanlah kembali yang telah patah Walaupun tidak sama dengan dirinya Ya Allah ya Tuhanku.. Pasrahkanlah aku dengan takdirMu Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik buatku Karena Engkau Maha Mengetahui segala [...]

Posted in inspirasi | Tagged | 8 Comments

Rindu. Berlebihankah?

Aku duduk di sudut kamar ini. Mengambil sebuah buku, lalu mulai membacanya. Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta.. Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu [...]

Posted in fiksi | Tagged , | 1 Comment

Tersesat

Aku terdampar di tepi pantai. Merebahkan tubuhku yang lunglai. Lelah. Ya, aku lelah mencarimu. Sore ini langit begitu indah, semburat jingga yang memukau, deburan ombak yang menenangkan, memejamkan mata sambil telentang beralaskan pasir pantai yang hangat harusnya pun dapat membuat hatiku damai, tapi suasana kali ini belum dapat membuat pikiranku berhenti memikirkanmu. Aku kini duduk, [...]

Posted in fiksi | Tagged , | Leave a comment